Rabu, 16 November 2011

Kerajinan Gedebog Pisang, Produksi Desa yang Populer di Mancanegara Kerajinan Gedebog Pisang, Produksi Desa yang Populer di Mancanegara Selama ini tanaman pisang bagi kebanyakan orang hanya dimanfaatkan bagian buah dan daunnya saja. Namun, di tangan-tangan kreatif, tanaman pisang bisa dimanfaatkan menjadi kerajinan yang bernilai jual tinggi dan banyak diminati di pasar internasional. Gedebog(pelepah pisang) atau batang tanaman pisang ternyata bisa diolah menjadi produk kerajinan yang unik dan berkualitas. Tukimin (50) membuktikan bahwa kreatifitasnya dalam mengolah gedebog pisang mampu mendatangkan pundi-pundi rupiah dan memberikan lapangan pekerjaan bagi sekitar 100 karyawannya yang tersebar di beberapa wilayah. Sejak tahun 1996, Tukimin sebenarnya sudah menekuni dunia anyaman serat dari pandan, eceng gondok, dan agel. Namun, baru di tahun 2008, bapak yang kini juga menjabat seorang lurah ini beralih dan fokus dalam mengembangkan kerajinan berbahan dasar pelepah pisang. Ditemui di rumahnya yang berada di Tanggulangin, Tanjungharjo, Nanggulan, Kulonprogo (5/2), Tukimin menerangkan awalnya beralih ke kerajinan pelepah pisang karena ingin sesuatu yang lain dan baru. “ Kalau saya masih tetap mengembangkan kerajinan pandan, agel, dan eceng gondok pasti saya tidak akan maju karena persaingan produk yang tinggi, makanya saya beralih ke pisang yang masih awam bagi kebanyakan orang dan bahan bakunya yang melimpah”, penjelasan Pak Tukimin kepada tim bisnisUKM. Menurut Tukimin, serat pelepah pisang lebih halus dan empuk jika dibanding serat bahan lainnya. Sehingga ketika diolah menjadi produk kerajinan, hasilnya juga lebih berkualitas. Proses produksinya juga tidaklah terlalu rumit, pelepah pisang dikeringkan terlebih dahulu selama 10 hari langsung di bawah sinar matahari. Setelah itu serat-serat dari pelepah pisang tersebut dipilin. Hasil pilinan serat tersebut dianyam hingga menjadi berbagai macam produk kerajinan. Kemudian dilakukan finishing produk yang sesuai dengan permintaan pasar. Saat ini, Tukimin dengan CV. Indo Seagrassnya memiliki kurang lebih 250 jenis produk kerajinan dari pelepah pisang. Aneka tas, karpet, box, keranjang, dan furniture rumah tangga menjadi produk andalan yang kapasitas produksinya 1 kontainer per bulannya. Harga yang ditawarkan per produknya juga beraneka ragam, mulai dari ribuan hingga jutaan sesuai dengan jenis dan ukurannya. Pasar mancanegara ternyata juga menyambut baik produk kerajinan gedebog pisangnnya. Bahkan Tukimin mengakui jika produknya lebih laris di pasar mancagera dibandingkan pasar lokal. Negara-negara di Eropa, Hongkong, Jepang menjadi langganan tetap produk pelepah pisang tersebut. Saat ini Indo Seagrass memiliki 6 relasi perusahaan eksportir yang secara rutin memasok produk kerajinan gedebog(pelepah) pisang ke luar negeri. Hal tersebut membuat Tukimin kini memiliki kurang lebih 7 produsen binaan yang ada di Jogja dan Jateng untuk membantu memenuhi permintaan pasar yang sangat tinggi. “Tujuan utama saya bisa mengajak masyarakat untuk berkarya dan berproduksi dengan jiwa dan kreatifitas tinggi”, kata Pak Tukimin tentang produsen binaan yang beliau miliki. Selain rutin memproduksi kerajinannya tersebut, disela-sela kesibukannya sebagai lurah, Pak Tukimin juga sering dimintai untuk mengisi pelatihan pengolahan berbagai kerajinan. Banyak dari kalangan mahasiswa, UKM-UKM yang sering meminta Pak Tukimin menjadi trainer pengolahan bahan serat alam tersebut. “Saya tidak mau pelit berbagi ilmu. Penjiplakan desain atau peniruan ide adalah hal biasa dalam usaha. Hal itu justru terus memicu saya agar tetap kreatif dan tampil beda,” ujarnya. Indo Seagrass memang tergolong istimewa, karena diakui Pak Tukimin selama ini beliau tidak menjalankan pemasaran aktif seperti kebanyakan usaha-usaha lainnya. Semua permintaan dan order ditangani sendiri oleh Pak Tukimin. Namun meskipun tidak menjalankan pemasaran secara aktif, permintaan akan produknya makin meningkat tinggi. Dan saat ini, selain fokus di produksi kerajinannya, Indo Seagrass juga berencana untuk memperbaiki sarana fasilitas produksi agar semakin bisa memenuhi tuntutan pasar yang makin tinggi. Diposkan oleh unik di 21:45 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Mencetak Uang Dari Pelepah Pisang yang Terbuang Mencetak Uang Dari Pelepah Pisang yang Terbuang pelepah pisangTingginya kepedulian masyarakat terhadap isu global warming, secara tidak langsung mempengaruhi minat konsumen untuk mulai beralih ke produk-produk yang tentunya ramah lingkungan. Kondisi inilah yang dimanfaatkan para pengrajin untuk saling berlomba menciptakan aneka macam kerajinan daur ulang untuk menarik minat para konsumennya. Salah satu peluang bisnis yang saat ini ramai dijalankan warga yaitu mengangkat limbah pelepah pisang yang dulunya tidak berguna menjadi karya seni unik dan memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Dengan bermodalkan kreativitas yang tinggi untuk selalu berinovasi, limbah pelepah pisang yang dulunya terbuang kini bisa diubah menjadi peluang bisnis baru yang menghasilkan untung besar bagi setiap pelakunya. Bahkan tidak sedikit jumlah pengrajin souvenir cantik pelepah pisang yang kini telah berhasil mengantarkan produknya menembus pasar dunia serta menciptakan lapangan kerja baru untuk mengurangi angka pengangguran di negara kita. Hal ini tentunya menjadi bukti kuat bagi kita bersama, bahwa pada dasarnya memulai suatu usaha bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk juga dengan mengolah limbah pelepah pisang menjadi produk baru yang membawa berkah bagi para pengrajinnya. Konsumen Pesona unik dan kesan menarik yang dihasilkan dari serat pelepah pisang ternyata tidak hanya merebut perhatian konsumen di pasar lokal dan nasional. Namun produk kerajinan pelepah pisang ini juga berhasil masuk pasar internasional dan memikat konsumen luar negeri seperti di Singapura, Perancis, serta Italia. Info Bisnis Berbekal limbah pelepah pisang yang ada, Anda bisa menciptakan berbagai macam produk kerajinan yang unik. Misalnya saja kap lampu, kotak tisu, tas pesta, sandal, tempat pensil, boneka lucu, aneka pigura foto yang unik, sampai dikreasikan menjadi karya lukisan kaligrafi. Dari semua jenis pohon pisang yang ada di Indonesia, pelepah pisang yang paling indah seratnya dan memiliki tekstur kuat adalah pelepah pohon pisang kepok, pisang raja dan pisang ambon. Untuk membantu Anda yang tertarik menekuni bisnis kreatif daur ulang pelepah pisang, berikut kami informasikan salah satu contoh pembuatan kerajinan tempat pensil yang bisa Anda coba. Membuat Tempat Pensil dari Pelepah Pisang Alat dan Bahan 1. Pelepah Pisang 2. Kertas karton (dibuat pola membentuk tabung) 3. Biji-bijian kering (penghias) 4. Pensil 5. Lem dengan daya lekat tinggi 6. Gunting Cara Membuat : 1. Siapkan pelepah pisang yang sudah kering (untuk proses pengeringan bisa dilakukan dengan cara diangin-anginkan), kemudian pelepah pisang ditempelkan pada kertas karton yang sudah dibentuk menjadi tabung. 2. Proses pengeleman bisa Anda lakukan dengan menggunakan perekat yang cukup kuat, misalnya saja menggunakan lem fox atau membuat lem sendiri dari tepung pati. 3. Selanjutnya diamkan beberapa menit agar pelepah pisang menempel dengan kuat dan lem yang digunakan telah sepenuhnya mengering. 4. Bila sudah kering, Anda bisa menghias tempat pensil tersebut dengan menggunakan biji-bijian kering, atau menggunakan hiasan dari tempurung kelapa untuk menambah kesan etnik dan menarik pada produk kerajinan yang Anda buat. 5. Lumuri tempat pensil dengan cairan melamin agar warnanya lebih mengkilat, lalu keringkan. 6. Produk siap dikemas dan dipasarkan. Kelebihan Bisnisdaur ulang Meskipun peluang usaha ini dijalankan dengan memanfaatkan limbah yang tidak bernilai, namun keuntungan yang dijanjikan bagi pelakunya tidaklah kecil. Bahkan sebagian dari pelaku usaha bisa mengantongi untung hingga 50% dari omset yang mereka dapatkan, mengingat keberadaan limbah pelepah pisang sangat mudah ditemukan di berbagai daerah, dan harga jualnya pun masih sangat rendah. Jadi, tidak menutup kemungkinan bila dengan modal kecil pun Anda bisa mendapatkan keuntungan yang berlimpah. Selain besarnya keuntungan yang dijanjikan, menjalankan bisnis kreasi unik kerajinan pelepah pisang ternyata tidaklah susah. Anda bisa memulainya dengan belajar secara otodidak karena pada dasarnya bahan, peralatan serta proses pengerjaannya sangat mudah untuk dipelajari. Anda bisa mencari informasi tentang kreasi daur ulang pelepah pisang melalui buku, internet, atau mengikuti pelatihan bisnis kerajinan yang diselenggarakan pihak pemerintah maupun swasta. Selebihnya, Anda bisa berkreasi dan berinovasi untuk menciptakan produk-produk baru yang tentunya lebih unik dan tidak kalah menarik dengan produk lainnya yang ada di pasaran. Kekurangan Bisnis Beberapa kendala bisnis yang sering dihadapi para pengrajin pelepah pisang yaitu tingkat persaingan pasar di bidang industri kerajinan yang semakin hari kian melesat hebat. Bahkan persaingan pun tidak hanya datang dari pengrajin produk sejenis, namun juga dari produk kerajinan lainnya yang saling berlomba merebut perhatian pelanggan. Kendala berikutnya yang sering dihadapi para pengrajin yaitu lamanya proses pengeringan pelepah pisang yang masih tergantung dengan cuaca di sekitar lokasi usaha. Kebanyakan para pengrajin memanfaatkan bantuan sinar matahari untuk proses pengeringan bahan baku, hal ini dipilih pengrajin karena selain biayanya yang sangat murah, kualitas warna yang dihasilkan juga akan berbeda bila pengeringannya dilakukan dengan cara buatan (misalnya disetrika atau dipanaskan dengan alat lain). Strategi Pemasaran Untuk memasarkan produk kerajinan pelepah pisang, Anda bisa memulainya dengan menitipkan hasil produksi ke beberapa galeri kerajinan maupun toko pernak-pernik yang ada disekitar lokasi usaha Anda. Selain menjalankan strategi pemasaran tersebut, Anda juga bisa mempromosikan produk melalui kegiatan pameran maupun bazar UKM yang diselenggarakan pihak pemerintah atau swasta. Dengan rutin mengikuti kegiatan pameran dan bazar produk kerajinan, maka peluang Anda untuk mendapatkan pangsa pasar baru semakin terbuka lebar dan produk Anda pun semakin dikenal banyak orang. Beriklan di media massa seperti di surat kabar, majalah-majalah, radio dan televisi lokal, serta memanfaatkan media internet menjadi strategi promosi yang cukup efektif untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Dengan bantuan internet yang tanpa batas, bahkan Anda bisa memasarkan produk kerajinan tersebut hingga ke berbagai pelosok daerah. Sehingga tidak menutup kemungkinan Anda bisa merekrut agen-agen pemasaran di berbagai daerah untuk memperlancar distribusi produk kerajinan pelepah pisang. Semakin luas pemasaran yang Anda jangkau, maka semakin besar pula peluang Anda untuk mendapatkan untung besar setiap bulannya. Kunci Sukses Kreativitas dan inovasi menjadi poin penting bagi Anda untuk memenangkan persaingan pasar yang ada. Karena itu tingkatkan terus kemampuan dan kreativitas Anda dalam berkarya, sehingga Anda bisa menghasilkan produk kerajinan yang unik dan tentunya menarik perhatian konsumen. Ikuti perkembangan trend yang sedang digemari para konsumen dan penuhi kebutuhan mereka untuk menghasilkan omset berlimpah setiap bulannya. Analisa Ekonomi Asumsi Produksi dilakukan di rumah pribadi dan dibantu oleh satu orang tenaga produksi. Modal awal Pepelah pisang (Rp 1.500,00 x 1.000 lbr) Rp 1.500.000,00 Kertas karton (Rp 2.500,00 x 1.000 lbr) Rp 2.500.000,00 Lem perekat dan hiasan Rp 500.000,00 Gunting, cutter, penggaris, pensil, dll Rp 150.000,00 + Total Rp 4.650.000,00 Biaya operasional per bulan Bahan baku per bulan Rp 6.000.000,00 Kemasan plastik Rp 900.000,00 Biaya gaji karyawan Rp 750.000,00 Biaya listrik dan telepon Rp 200.000,00 Biaya transportasi Rp 300.000,00 Biaya promosi (pameran, kartunama, dll) Rp 2.000.000,00 + Total Rp 10.150.000,00 Omset per bulan Penjualan per bulan : Kap lampu (@ Rp 50.000,00 x 50 pcs) Rp 2.500.000,00 Aneka tas (@ Rp 40.000,00 x 100 pcs) Rp 4.000.000,00 Sandal (@ Rp 20.000,00 x 100 pcs) Rp 2.000.000,00 Tempat pensil (@ Rp 15.000,00 x 75 pcs) Rp 1.125.000,00 Boneka lucu (@ Rp 25.000,00 x 75 pcs) Rp 1.875.000,00 Pigura foto (@ 15.000,00 x 50 pcs) Rp 750.000,00 + Total omset Rp 12.250.000,00 Laba bersih per bulan Rp 12.250.000,00 - Rp 10.150.000,00 = Rp 2.100.000,00 ROI (Return of Investment) (Modal awal : laba bersih per bulan) = ± 2, 2 bulan Mudah dan menguntungkan bukan? Semoga informasi mencetak uang dari pelepah pisang yang terbuang ini bisa menjadi salah satu ide bisnis ramah lingkungan yang dapat Anda jalankan dalam waktu dekat ini. Mulai dari yang kecil, mulai dari yang mudah, mulai dari sekarang. Ayo berbisnis ramah lingkungan !!! Salam sukses. Diposkan oleh unik di 21:44 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Dahsyatnya Peluang Usaha dengan Modal Kecil Dahsyatnya Peluang Usaha dengan Modal Kecil Ditengah perekonomian yang tidak stabil serta angka pengangguran yang setiap harinya selalu meningkat. Memaksa setiap orang untuk merencanakan kembali cita – citanya untuk menjadi pegawai, hingga harus memutar otak mencari cara baru untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak tanpa harus menjadi seorang pegawai. Sulitnya keadaaan mendorong setiap orang menjadi lebih kreatif dalam membaca peluang usaha yang memiliki prospek bagus. Salah satu caranya dengan membuka peluang usaha sendiri menggunakan modal yang tidak besar. Jenis usaha dengan modal kecil menjadi sasaran pelarian para pencari kerja yang belum juga memperoleh pekerjaan. Usaha dengan modal kecil menjadi pilihan utama mereka dikarenakan tidak semua orang dapat memperoleh pinjaman modal dengan jumlah yang besar. Hanya bermodalkan harta yang dimilikinya, seseorang dapat membuka peluang usaha yang sekiranya memiliki pasaran yang bagus. Setiap orang ingin memiliki peluang usaha dengan modal kecil, dikarenakan banyaknya keuntungan yang akan diperoleh pemilik usaha tersebut dari peluang usaha ini. Antara lain tidak memerlukan modal yang besar ( biasanya modal yang dibutuhkan kurang dari 5juta rupiah ), dengan adanya peluang usaha ini seseorang bisa memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa harus berada dibawah tekanan dan ikatan seperti layaknya seorang pegawai perusahaan. Selain itu seseorang memiliki hak penuh untuk mengembangkan usaha yang dimilikinya sesuai dengan gagasan ide yang dia inginkan, namun harus tetap berada dikoridor jalan yang benar untuk meningkatkan usahanya. Peluang usaha modal kecil kini telah melimpah dan bertebaran di dunia nyata ataupun dunia maya, melalui internet kini setiap orang dapat memiliki peluang usaha serta memasarkannya. Contohnya saja usaha jasa pembuatan website, usaha bisnis ebook search engine, berjualan pulsa via internet, serta masih banyak lagi lainnya. Selain itu peluang usaha yang ada di dunia nyata misalnya saja peluang usaha berjualan pulsa dengan sistem conter berjalan, hanya bermodalkan Rp 100.000 sampai Rp 200.000 seseorang sudah dapat berjualan pulsa melalui ponselnya, peluang usaha camilan, berjualan aksesoris wanita, serta masih banyak contoh lainnya. Peluang usaha yang ada kini dapat dipasarkan produk usahanya melalui internet pula, dengan bantuan jualan via online mampu memperluas jaringan dan jangkauan pasar usaha. Sehingga sangatlah mungkin untuk memperoleh keuntungan yang besar hanya dengan usaha yang bermodal kecil. Setelah mendengar banyaknya kemudahan dan keuntungan yang diperoleh dari peluang usaha dengan modal kecil. Apakah Anda juga berminat untuk mencoba peluang usaha dengan modal kecil ????????? memberikan inspirasi berbagai macam contoh peluang usaha yang bisa dicoba. Sukses selalu untuk kita semua………..!!!!!! Diposkan oleh unik di 21:42 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Peluang Bisnis Kerajinan Wadah Cantik Peluang Bisnis Kerajinan Wadah Cantik Akhir-akhir ini kebutuhan wadah cantik untuk berbagai keperluan. Misalnya untuk tempat kado, tempat kue atau coklat, tempat perhiasan, tempat menghantar lamaran, tempat suvenir dan yang lainnya cukup banyak diminati. Wadah cantik ini merupakan media untuk menyimpan dan membungkus sesuatu yang sering kita gunakan ketika menghantarkan kado ato sesuatu hadiah untuk sahabat, saudara, atau teman. Masyarakat sekarang tak lagi harus susah-susah untuk membungkus kado yang ingin diberikan. Semua orang ingin serba cepat tanpa repot-repot membuat, cukup kado dimasukkan dalam wadah cantik yang memberikan kesan menarik bagi si penerima dan tinggal dihantarkan kepada tujuan. Hmmm…, ini adalah peluang empuk buat anda yang bisa memanfaatkannya. Dengan memainkan ide-ide kreatif yang anda miliki, peluang ini akan bisa menjadi milik anda. Melihat wadah cantik yang beredar di pasaran bisa juga akan menjadi inspirasi untuk membuka sebuah usaha ini. Wadah cantik ini menggunakan bahan baku yang cukup sederhana, dengan modal cukup dan tidak terlalu besar kita dapat memulai usaha wadah cantik ini dan mengembangkannya menjadi bisnis atau usaha. Bisnis wadah cantik ini memang cukup menjanjikan, karena hampir tidak pernah sepi dari peminatnya yang ingin menjadikannya sebagai wadah hantaran. Coba saja jika berkunjung ke suatu pusat perbelanjaan ataupun mall-mall pasti disitu akan menemukan usaha yang menjual wadah cantik sebagai kotak kado sampai kadonya dengan berbagai macam pilihan dan juga berbagai jenis ukuran wadah ataupun kadonya, anda dapat membelinya sesuai dengan keinginan. Harga jual wadah cantik inipun bervariasi, berdasarkan ukuran dan hiasan yang ada pada wadah. Biasanya berkisar antara Rp 5.000-tak terhingga. Bahan yang di gunakan untuk membuat wadah cantik inipun sangat sederahana yakni kertas, berbekal keterampilan berkreasi dan kertas berwarna menarik dan kokoh dapat menghasilkan kotak kado dengan seni yang bagus dan bermutu tinggi. Kebutuhan bahan: * Kertas karton dengan ketebalan 40 cm * Kertas hias atau kertas daur ulang dan hiasan-hiasan lain Pemasaran: Dari mulut ke mulut, galeri, department-department store atau membuka toko sendiri, serta rajin ikut pameran. Diolah dari berbagai sumber Diposkan oleh unik di 21:39 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Peluang Bisnis Rumahan Unik dan Menarik Peluang Bisnis Rumahan Unik dan Menarik Menjalankan bisnis dari rumah? Kenapa tidak! Kebutuhan hidup yang semakin tinggi tentunya menuntut kita untuk memutar otak mencari tambahan penghasilan. Tidak ada salahnya jika Anda memanfaatkan potensi yang ada dirumah untuk memulai sebuah usaha. Jika Anda jeli, sebenarnya begitu banyak peluang bisnis rumahan yang bisa Anda tekuni untuk mendapatkan penghasilan. Seperti bisnis makanan, bisnis online, bisnis fashion, bisnis jasa, bisnis kerajinan, serta bisnis kreatif yang semakin banyak diminati para konsumen. Trend pertumbuhan bisnis rumahan yang saat ini semakin subur, pastinya membuat persaingan bisnis tersebut semakin tinggi. Saat ini beragam peluang bisnis rumahan yang unik, kreatif, bermunculan meramaikan pasar, dengan menawarkan berbagai produk baru yang menarik. Nah, bagi Anda yang sedang mencari ide bisnis untuk memulai usaha di rumah, salah satu peluang bisnis rumahan unik dan menarik yang bisa Anda coba adalah berbisnis kreasi kaos flanel. Konsumen Warna-warni kreasi kaos flanel tentu banyak disukai anak-anak dan balita. Dengan memanfaatkan peluang pasar tersebut, bisnis kreasi kaos flanel menjadikan kaum ibu sebagai target utama dalam pemasaran produknya. Info bisnis Menariknya warna-warni kain flannel, ternyata tidak hanya dimanfaatkan masyarakat untuk membuat produk kerajinan tangan saja. Bersamaan dengan perkembangan trend mode yang semakin kreatif, kini kain flannel juga bisa dimanfaatkan sebagai hiasan menarik pada kaos anak. Perpaduan warna kain flannel yang dibentuk menjadi beragam desain menarik, berhasil menarik perhatian kaum ibu sehingga kreasi ini dengan mudah diterima oleh pasar. Untuk proses produksinya juga terbilang sangat mudah, sehingga Andapun bisa mencobanya dirumah. Berikut kami informasikan cara pembuatannya : 1. Pertama siapkan kaos polos yang berbahan cotton combat. Anda bisa membelinya di pusat grosir baju dan kaos, harganya juga cukup terjangkau. 2. Selanjutnya siapkan kain flannelnya. Flanel mudah didapatkan, misalnya di toko perlengkapan jahit atau toko grosir perlengkapan produk aksesoris. 3. Buatlah desain gambar yang akan Anda buat. Sesuaikan desain dengan gambar-gambar yang disukai banyak anak. Seperti bentuk huruf, angka, binatang, tumbuhan, atau desain unik lainnya. 4. Buatlah pola sesuai dengan desain yang telah ditentukan. Lalu gunting kain flanel seperti pola yang sudah Anda buat 5. Tahapan terakhir yaitu menempelkan potongan kain flanel yang sudah dibentuk, pada kaos. Proses penempelan dilakukan dengan cara dijahit menggunakan benang sulam. Kelebihan Bisnis Menjalankan bisnis kreasi kaos flannel, memberikan banyak keuntungan bagi pelaku usahanya. Disamping proses produksi yang terbilang mudah, memulai bisnis ini juga tidak membutuhkan modal besar. Sehingga siapa saja bisa mencobanya sebagai peluang bisnis rumahan yang cukup menguntungkan. Kekurangan Bisnis Resiko yang sering dihadapi produsen kaos flanel adalah persaingan bisnis yang sangat ketat. Besarnya minat masyarakat akan produk ini, membuat jumlah pemain di bisnis tersebut terus meningkat dari waktu kewaktu. Kendala lain yang sering terjadi yaitu, adanya pembajakan desain oleh para pesaing yang bermain dengan tidak sehat. Oleh karenanya, desain dengan ciri khas khusus pada produk bisa Anda gunakan sbagai salah satu branding produk Anda. Pemasaran Banyak cara bisa Anda lakukan untuk memasarkan produk kaos flanel, misalnya dengan mengikuti berbagai kegiatan promosi seperti bazaar, dan pameran yang diadakan di kota Anda. Selanjutnya, untuk menjangkau pasar yang lebih luas Anda juga bisa memasarkannya melalui internet. Tak bisa dipungkiri bila pemasaran online, menjadi strategi promosi jitu bagi para pelaku usaha untuk mengenalkan produknya ke berbagai daerah. Kunci Sukses Tingkatkan kreatifitas Anda untuk selalu memberikan inovasi baru dalam pengembangan produk. Ciptakan desain-desain baru setiap bulannya, agar konsumen tidak bosan dengan produk yang Anda tawarkan. Untuk memberikan nilai lebih bagi para konsumen, cobalah untuk berikan penawaran unik pada mereka. Misalnya dengan layanan menarik untuk bisa mencantumkan nama pemesan di kaos yang dipesannya. Tentu hal ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen, sehingga mereka tidak ragu membeli produk yang Anda buat. Analisa Ekonomi Asumsi Operasional usaha dijalankan di rumah, jadi bebas biaya sewa tempat. Modal awal Mesin jahit Rp 1.500.000,00 Peralatan jahit (gunting, benang, jarum, dll) Rp 200.000,00 Bahan flanel Rp 300.000,00 Kaos polos dengan ukuran (S, M, L, XL) Rp 1.000.000,00 + Total Rp 3.000.000,00 Mesin jahit mengalami penyusutan setelah digunakan selama 3 tahun (36 bulan) Dengan asumsi : 1/36 x Rp 1.500.000,00 = Rp 41.700,00 Biaya operasional per bulan Belanja bahan baku (flanel, kaos, benang, dll) Rp 2.000.000,00 Perlengkapan (plastik kemasan, hiasan mata) Rp 100.000,00 Biaya listrik Rp 150.000,00 Biaya pemasaran Rp 100.000,00 Biaya transportasi Rp 150.000,00 Biaya penyusutan alat Rp 41.700,00 + Total Rp 2.541.700,00 Omset per bulan Penjualan : Kaos ukuran S @ Rp 35.000,00 x 25 kaos Rp 875.000,00 Kaos ukuran M @ Rp 40.000,00 x 25 kaos Rp 1.000.000,00 Kaos ukuran L @ Rp 45.000,00 x 20 kaos Rp 900.000,00 Kaos ukuran XL @ Rp 47.500,00 x 15 kaos Rp 712.500,00 + Total Rp 3.487.500,00 Laba bersih per bulan Rp 3.487.500,00 - Rp 2.541.700,00 = Rp 945.800,00 ROI (Return of Investment) (modal awal : laba bersih per bulan) = 3, 2 bulan Semoga informasi peluang bisnis rumahan untuk pekan ini bisa menjadi ide bisnis yang menarik bagi para pembaca. Selamat mencoba dan salam sukses. Diposkan oleh unik di 21:38 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook menciptakan peluang bisnis kerajinan yang ramah lingkun Ciptakan Peluang Bisnis Kerajinan yang Ramah Lingkungan Kain sutera adalah kain halus dan lembut yang berasal dari hasil karya anyaman ulat sutra selama dua hari satu malam untuk membentuk kokon atau kepompong. Dari kokon inilah benang sutra dipintal lalu ditenun menjadi kain. Untuk menghasilkan kain sutra yang berkualitas baik harus dipilih kokon yang berkualitas baik juga. Padahal tidak semua kokon yang dihasilkan petani ulat sutera berkualitas baik. Lalu bagaimana nasib kokon-kokon yang berkualitas jelek? Biasanya petani hanya membakarnya saja karena dianggap tidak memiliki nilai jual. Untuk menciptakan peluang bisnis kerajinan yang ramah lingkungan, kita dapat memanfaatkan limbah kokon ulat sutera ternyata masih banyak gunanya. Meski sudah tak bisa lagi dipintal menjadi benang, ditangan para pengrajin, benda ini mampu dikreasikan menjadi beragam hiasan. Limbah kepompong ulat sutera dapat dibuat menjadi beragam kerajinan tangan, seperti rangkaian bunga, vas bunga, anting, kalung, korsase, hiasan untuk pensil, gantungan kunci, hiasan meja, dan lain-lain. Dengan memanfaatkan kekayaan alam limbah kokon menjadi berbagai kerajinan bisa dijadikan sebuah industri rumah tangga yang memiliki nilai tambah, sekaligus ikut membantu menjaga kebersihan lingkungan. Ada dua jenis bahan yang digunakan untuk kreasi ini yakni kepompong ulat sutera liar yang berwarna keemasan dan kepompong ulat sutera putih yang dihasilkan ulat sutera yang dipelihara melalui media daun murberi. Kepompong ulat sutera liar banyak terdapat di daun jambu mete dan kedondong. Untuk mengolah limbah kepompong menjadi berbagai macam kerajinan, pertama-tama bahan kokon tersebut harus dibersihkan dari bulu-bulu yang melekat. Setelah dibersihkan lalu kokon tadi dikeringkan selama sehari dan dibuang bagian dalamnya. Untuk menambah kreasi warna, kokon dapat diberi pewarna yang tekstil menarik. Setelah itu, kepompong bisa dibentuk sesuai bentuk yang diinginkan. Untuk membuat aksesoris, kepompong yang sudah siap bisa langsung dibuat motifnya sesuai keinginan dengan menggunakan gunting lalu direkatkan dengan lem. Motif yang sering digunakan biasanya berbentuk bunga. Bisa dalam bentuk bunga dalam tangkai untuk disimpan di vas, aksesoris berupa jepit rambut, bros, aksesoris sepatu atau hiasan untuk interior rumah. Sedangkan untuk membuat hiasan boneka untuk pensil lebih mudah, karena tidak perlu membentuk motif. Cukup dengan menempelkan kokon yang bentuknya bulat utuh pada pangkal pensil (sebagai kepala). Lalu menambahkan mata, mulut dan benang wol untuk rambutnya. Agar bisnis kerajinan kepompong ini dapat bertahan lama, maka Anda harus pintar melihat selera konsumen. Oleh karena itu, luangkan waktu untuk jalan-jalan ke pusat kerajinan dan mall untuk melihat bentuk seperti apa yang sedang laku di pasaran, sehingga dapat diciptakan kreasi baru agar tidak monoton. Diposkan oleh unik di 21:36 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Peluang Bisnis Kerajinan Flanel Peluang Bisnis Kerajinan Flanel Tentu Anda telah banyak tahu tentang kain flannel. Kain flannel banyak memiliki warna-warna yang menarik sehingga dapat dikombinasikan. Perpaduan warna dari kain flannel ini sangat menarik sehingga hasil kreasi dari kain flannel diminati oleh sebagian besar orang. Penggemar kreasi dari kain flannel cukup banyak dan saat ini semakin berkembang karena semakin banyak pula kreasi baru dari kain flannel. Beberapa contoh kerajinan dari kain flannel seperti bros, ikat rambut, gantungan kunci, gantungan HP, jepit rambut, tempat tisu, sarung HP, souvenir, bingkai foto, album foto, dan masih banyak lagi. Aneka kreasi kain flannel tergantung dari kreativitas Anda. Kain flannel merupakan bahan yang murah. Kreasi yang dihasilkan memiliki nilai jual yang cukup tinggi tergantung dari tingkat kerumitan dan kreativitas si pembuat. Apakah Anda tahu kue tart yang lezat rasanya bisa dibuat dari kain flannel? Anda pasti tergiur akan kelezatan kue tart yang satu ini. Kue tart ini berasal dari kain flannel. Bentuk dan kenampakannya sama dengan kue tar yang asli. Namun berkat tangan-tangan kreatif, kue tart dapat dibuat dari kain flannel. Biaya pembuatan kue tart dari kain flannel ini cukup murah. Bagi Anda yang ingin mendapat penghasilan tambahan dari aneka kreasi kain flannel, dapat mencobanya sekarang juga. Untuk memulai usaha aneka kreasi kain flannel hanya membutuhkan kreativitas dan sedikit kesabaran. Hal-hal yang harus disiapkan sebelum membuat kue tart dari flannel adalah : 1. Desain tart 2. Pola 3. Alat : gunting, jarum, penggaris. 4. Bahan : kain flannel aneka warna, lem, dakron, benang. Perhitungan biaya : - Bahan kain flannel Rp. 15.000 - Lem Rp. 4.000 - Benang dan jarum Rp. 4.000 - Tenaga Rp. 7.000 Peluang bisnis kerajinan kain flanel ini sangat menguntungkan, harga jual kerajian flanel berbentuk kue tart saja mencapai Rp. 55.000. Kreasi tart dari kain flannel cukup tinggi karena kue tart ini merupakan kreasi unik dan cantik. Hasil kreasi ini dapat digunakan sebagai souvenir pernikahan, kado, atau sebagai dekorasi di sudut rumah Anda. Dan sekarang sudah siapkah Anda untuk menciptakan peluang bisnis kerajinan? Selamat mencoba. Diposkan oleh unik di 21:34 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Posting Lama Beranda Langgan: Entri (Atom) partisipan Arsip Blog * ▼ 2011 (27) o ▼ 10/30 - 11/06 (27) + Kerajinan Gedebog Pisang, Produksi Desa yang Popul... + Mencetak Uang Dari Pelepah Pisang yang Terbuang + Dahsyatnya Peluang Usaha dengan Modal Kecil + Peluang Bisnis Kerajinan Wadah Cantik + Peluang Bisnis Rumahan Unik dan Menarik + menciptakan peluang bisnis kerajinan yang ramah li... + Peluang Bisnis Kerajinan Flanel + Sandal Lucu, Kreasi Unik Dengan Omset Menarik + Sentra Kerajinan Kulit Manding Bantul + Bisnis Kulit dan Natural Handicraft + katalog harga batik + batik surakarta + Menduniakan Batik Sebagai Warisan Budaya Dunia + Beragam Inovasi dan Kreasi dari Eceng Gondok + Iseng Sulap En.


Kerajinan Gedebog Pisang, Produksi Desa yang Populer di Mancanegara

Selama ini tanaman pisang bagi keanyakan orang hanya dimanfaatkan bagian buah dan daunnya saja. Namun, di tangan-tangan kreatif, tanaman pisang  bisa dimanfaatkan menjadi kerajinan yang bernilai jual tinggi dan banyak diminati di pasar internasional. Gedebog(pelepah pisang) atau batang tanaman pisang ternyata bisa diolah menjadi produk kerajinan yang unik dan berkualitas. Tukimin (50) membuktikan bahwa kreatifitasnya dalam mengolah gedebog pisang mampu mendatangkan pundi-pundi rupiah dan memberikan lapangan pekerjaan bagi sekitar 100 karyawannya yang tersebar di beberapa wilayah.
Sejak tahun 1996, Tukimin sebenarnya sudah menekuni dunia anyaman serat dari pandan, eceng gondok, dan agel. Namun, baru di tahun 2008, bapak yang kini juga menjabat seorang lurah ini beralih dan fokus dalam mengembangkan kerajinan berbahan dasar pelepah pisang. Ditemui di rumahnya yang berada di Tanggulangin, Tanjungharjo, Nanggulan, Kulonprogo (5/2), Tukimin menerangkan awalnya beralih ke kerajinan pelepah pisang karena ingin sesuatu yang lain dan baru. “ Kalau saya masih tetap mengembangkan kerajinan pandan, agel, dan eceng gondok pasti saya tidak akan maju karena persaingan produk yang tinggi, makanya saya beralih ke pisang yang masih awam bagi kebanyakan orang dan bahan bakunya yang melimpah”, penjelasan Pak Tukimin kepada tim bisnisUKM.
Menurut Tukimin, serat pelepah pisang lebih halus dan empuk jika dibanding serat bahan lainnya. Sehingga ketika diolah menjadi produk kerajinan, hasilnya juga lebih berkualitas. Proses produksinya juga tidaklah terlalu rumit, pelepah pisang dikeringkan terlebih dahulu selama 10 hari langsung di bawah sinar matahari. Setelah itu serat-serat dari pelepah pisang tersebut dipilin. Hasil pilinan serat tersebut dianyam hingga menjadi berbagai macam produk kerajinan. Kemudian dilakukan finishing produk yang sesuai dengan permintaan pasar.
Saat ini, Tukimin dengan CV. Indo Seagrassnya memiliki kurang lebih 250 jenis produk kerajinan dari pelepah pisang. Aneka tas, karpet, box, keranjang, dan furniture rumah tangga menjadi produk andalan yang kapasitas produksinya 1 kontainer per bulannya. Harga yang ditawarkan per produknya juga beraneka ragam, mulai dari ribuan hingga jutaan sesuai dengan jenis dan ukurannya. Pasar mancanegara ternyata juga menyambut baik produk kerajinan gedebog pisangnnya. Bahkan Tukimin mengakui jika produknya lebih laris di pasar mancagera dibandingkan pasar lokal. Negara-negara di Eropa, Hongkong, Jepang menjadi langganan tetap produk pelepah pisang tersebut.
Saat ini Indo Seagrass memiliki 6 relasi perusahaan eksportir yang secara rutin memasok produk kerajinan gedebog(pelepah) pisang ke luar negeri. Hal tersebut membuat Tukimin kini memiliki kurang lebih 7 produsen binaan yang ada di Jogja dan Jateng untuk membantu memenuhi permintaan pasar yang sangat tinggi. “Tujuan utama saya bisa mengajak masyarakat untuk berkarya dan berproduksi dengan jiwa dan kreatifitas tinggi”, kata Pak Tukimin tentang produsen binaan yang beliau miliki.
Selain rutin memproduksi kerajinannya tersebut, disela-sela kesibukannya sebagai lurah, Pak Tukimin juga sering dimintai untuk mengisi pelatihan pengolahan berbagai kerajinan. Banyak dari kalangan mahasiswa, UKM-UKM yang sering meminta Pak Tukimin menjadi trainer pengolahan bahan serat alam tersebut. “Saya tidak mau pelit berbagi ilmu. Penjiplakan desain atau peniruan ide adalah hal biasa dalam usaha. Hal itu justru terus memicu saya agar tetap kreatif dan tampil beda,” ujarnya.
Indo Seagrass memang tergolong istimewa, karena diakui Pak Tukimin selama ini beliau tidak menjalankan pemasaran aktif seperti kebanyakan usaha-usaha lainnya. Semua permintaan dan order ditangani sendiri oleh Pak Tukimin. Namun meskipun tidak menjalankan pemasaran secara aktif, permintaan akan produknya makin meningkat tinggi. Dan saat ini, selain fokus di produksi kerajinannya, Indo Seagrass juga berencana untuk memperbaiki sarana fasilitas produksi agar semakin bisa memenuhi tuntutan pasar yang makin tinggi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar